Jumat, 17 Oktober 2014

Pengertian Hidup Bersosialisasi





Kehidupan Bersosialisasi





 

Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.

Pada dasarnya  kita hidup sebagai manusia dituntut untuk hidup bersosialisasi.Karena manusia pada kodratnya merupakan mahluk sosial,yang dimana tidak dapat hidup sendiri melainkan saling membutuhkan satu sama lain.Sebagai Contoh ,Dalam sebuah tempat kerja atau boleh kita sebut sebagai kantor, Dimana terdapat banyak aspek sosial yang terjadi didalamnya,entah itu hubungan antara atasan dengan bawahan,ataupun teman satu pekerjaan.Di sebuah kantor ini masing-masing individu memiliki bagiannya sendiri dalam mengerjakan pekerjaannya,Dan setiap individu tersebut saling membantu serta saling membutuhkan satu sama lainnya.Sebagaimana seorang atasan atau bos membutuhkan tenaga kerja,atau seorang bawahan untuk dipekerjakan dan membantu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan agar dapat menghasilka sesuatu yang benefit bagi keduanya.Begitupula sebaliknya,seorang bawahan membutuhkan pekerjaan sehingga akhirnya bisa mendapatkan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.Itulah sebagian contoh kecil bagaimana seorang manusia hidup bersosialisasi di dalam atmosfer  dunia pekerjaan.Namun,kehidupan bersosialisasi yang sesungguhnya terdapat dan terbentuk di dalam kehidupan sebuah keluarga yang dimana terdapat ayah,ibu,kakak maupun adik.Pada dasarnya setiap individu pastinya memiliki sebuah keluarga untuk bergantung.Di dalam sebuah keluarga inilah terbentuk karakter dari masing-masing individu.Karena,pada dasarnya hubungan di dalam sebuah keluarga lebih erat dibanding dengan hubungan di sebuah pekerjaan maupun hubungan lainnya.

Manusia sebagai mahluk individu juga sangat erat kaitannya dengan kehidupan bersosialisasi.Karena bagaimanapun manusia sebagai mahluk individu dituntut untuk mencukupi kebutuhannya dan melakukan kegiatan-kegiatannya or doing its personal life (in person/personal life).Namun kembali ke dalam paragraf awal yang dimana menyatakan “manusia saling membutuhkan satu sama lainnya” .Inilah yang mendasari adanya hubungan antara manusia sebagai mahluk individu dengan mahluk sosial,Karena dalam mencukupi kebutuhan hidupnya setiap manusia memerlukan bantuan orang lain.Oleh sebab itu,pada dasarnya “Tidak ada Individu yang dapat hidup sendiri tanpa adanya sebuah sosialisasi dan Tidak ada Individu yang dapat menghidupi dirinya tanpa uluran tangan dari orang lain”.


Jenis sosialisasi :

Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi dua: sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat). Menurut Goffman kedua proses tersebut berlangsung dalam institusi total, yaitu tempat tinggal dan tempat bekerja. Dalam kedua institusi tersebut, terdapat sejumlah individu dalam situasi yang sama, terpisah dari masyarakat luas dalam jangka waktu kurun tertentu, bersama-sama menjalani hidup yang terkukung, dan diatur secara formal.



   - Sosialisasi primer

Peter L. Berger dan Luckmann mendefinisikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga). Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga. Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya
Dalam tahap ini, peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara terbatas di dalamnya. Warna kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh warna kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dengan anggota keluarga terdekatnya.



   - Sosialisasi sekunder

Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. Bentuk-bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi. Dalam proses resosialisasi, seseorang diberi suatu identitas diri yang baru. Sedangkan dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami 'pencabutan' identitas diri yang lama.
Setiap kelompok masyarakat mempunyai standar dan nilai yang berbeda. contoh, standar 'apakah seseorang itu baik atau tidak' di sekolah dengan di kelompok sepermainan tentu berbeda. Di sekolah, misalnya, seseorang disebut baik apabila nilai ulangannya di atas tujuh atau tidak pernah terlambat masuk sekolah. Sementara di kelompok sepermainan, seseorang disebut baik apabila solider dengan teman atau saling membantu. Perbedaan standar dan nilai pun tidak terlepas dari tipe sosialisasi yang ada. Ada dua tipe sosialisasi. Kedua tipe sosialisasi tersebut adalah sebagai berikut.


    Formal

Sosialisasi tipe ini terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam negara, seperti pendidikan di sekolah dan pendidikan militer.

    Informal

Sosialisasi tipe ini terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan, seperti antara teman, sahabat, sesama anggota klub, dan kelompok-kelompok sosial yang ada di dalam masyarakat.